Rendah Diri

Ketika saya berbicara tentang hati, maka terasa sangat rumit untuk dijelaskan. Seorang alim berkata jangan banding-bandingkan kehidupan kita dengan orang lain karena kita akan menderita. 

Entah alim yang mana mengatakan hal seperti itu, namun kata-kata tersebut sangat benar saya rasakan. Banyak sekali kegaduhan yang saya alami. Konflik batin yang berkepanjangan membuat hidup saya menderita. Mati rasa.

Kamis, 7 Januari 2021 di bekasi, saya menulis sebuah puisi yang saya beri judul keangkuhanku.

 

Saripati diri hampir kehilangan rasa

Raga bergerak seperti kehilangan arahnya

Jiwa terlonta-lonta seperti kehilangan tuannya

Mata melihat tidak seperti dulu lagi

Telinga mendengar tidak seperti dulu lagi

Kaki berjalan tidak seperti dulu lagi

Akalpun bekerja tidak pada fitrahnya sebagaimana akal digunakan untuk berpikir

Niat tidak seperti dulu lagi, berbelok kesisi yang paling kiri

Semua orang terasa asing, bahkan diripun tidak mengenal jiwanya

Jari tidak mengenal tangannya

Telapak kaki tidak mengenal betisnya

Dan bahkan rambut mulai bepergian meninggalkan kepala yang sombong ini.

 

Itu adalah bait puisi yang saya tuliskan siang tadi pukul 15:00 WIB. Sebenarnya masih banyak hal yang ingin saya curahkan dalam kepiluan itu namun rasanya cukup untuk mewakili semua perasaan ini. Hehe

Setiap kalimat yang saya tuliskan selalu memiliki inti sari yang sangat dalam. Sehingga kalimat-kalimat tersebut harus dikemas lagi ke bentuk tulisan sederhana yang dapat dimengerti oleh awam, hehe.

Saya bahas satu kalimat yang ada dalam puisi di atas, seperti “mata melihat tidak seperti dulu lagi”, artinya bukan tua atau memiliki masalah penglihatan seperti mata minus, mata silinder atau plus. Bukan itu semua. Arti kalimat di atas ialah bahwa seorang yang sudah tidak memandang dirinya besar, atau rendah diri yang mengucilkan dirinya sendiri karena kata-kata orang lain. Sehingga dampak yang terjadi akibat hal tersebut ialah semua orang yang dilihat olehnya memiliki nilai lebih dibandingkan apa yang dirinya punya.

Mungkin itu bagian kecil yang ada dalam puisi ini. Sebenarnya banyak sekali hal yang perlu dikupas sehingga runtutan makna yang sangat bermanfaat bagi pembaca dapat dengan mudah dihayati.

Terimakasih dhilun.

Post a Comment

0 Comments